Radio R2B Rembang

SAHABAT DI SEGALA SUASANA DAN MITRA USAHA ANDA

BANJIR PENTHOL BAKSO DI JALAN KARTINI

Ditulis oleh r2brembang di/pada J Januari, 2009

Mustari membersihkan penthol baksonya yang tumpah di Jl Kartini Rembang, Hari Kamis.

Rembang – Jalan Kartini Rembang, sekitar 50 an meter sebelah utara perempatan Stasiun Angkutan, Hari Kamis (08 Januari 2009) kebanjiran penthol bakso. Kenapa ? Gerobak Bakso yang dibawa oleh Mustari diserempet oleh seorang pengendara sepeda motor. Mustari tidak mengalami luka sedikitpun, namun gerobak baksonya terguling, sedangkan kuah bersama ratusan penthol bakso tumpah ke tengah jalan.

Praktis, kondisi ini memicu perhatian puluhan warga. Mustari terpaksa harus bersusah payah memunguti penthol baksonya, untuk dibuang ke tong sampah, supaya jangan sampai menggangu arus kendaraan yang melintas. Dia menjelaskan saat itu melaju dari arah selatan, tiba tiba sesampainya di tempat kejadian, gerobaknya berserempetan dengan pengendara sepeda motor. Dirinya mengaku tak bisa mengendalikan keseimbangan gerobak baksonya, sehingga langsung terguling.

Aparat Satuan lalu lintas Polres Rembang memintai keterangan terhadap kedua belah pihak yang terlibat tabrakan, dengan dikerumuni warga.

Masalah tersebut selanjutnya diselesaikan secara kekeluargaan. Sang penjual bakso mengaku rugi Rp 600 ribu, karena baru saja berangkat berjualan.

Jalan Kartini, termasuk salah satunya jalur padat kendaraan, terutama pada waktu pagi hari. Untuk itu, Jajaran Satlantas Polres Rembang menghimbau kepada pengguna jalan, untuk selalu mematuhi batas maksimal kecepatan 40 Km per jam, saat melaju di kawasan dalam kota.

Ditulis dalam ADA APA DENGAN REMBANG, KOPI PAGI | Leave a Comment »

Sampah Pasar Akan Disulap Menjadi Kompos

Ditulis oleh r2brembang di/pada J Januari, 2009

Sejumlah pihak meninjau rencana lokasi pembuatan pupuk kompos, di bekas Pasar lama, Sumberedjo Rembang.

Rembang – Sedikit sekali pihak pihak yang sudi memberikan perhatian terhadap masalah sampah di Kabupaten Rembang. Bagaimana caranya supaya sampah organik, yang paling banyak adalah dedaunan, bisa diolah kemudian disulap menjadi pupuk kompos.

Salah satu pihak perbankan bekerja sama dengan Pemkab Rembang meluncurkan program pembuatan pupuk kompos, yang rencananya pada bulan Februari nanti akan dipusatkan di sebuah bangunan, di kawasan bekas pasar lama atau saat ini dijadikan Pasar Hewan, Desa Sumberejo Rembang.

I Gede Made Dana Perdhana, sebagai Direktur program menyatakan pihaknya akan menyerap sampah sampah, terutama dari pasar, untuk diolah dengan mesin khusus, supaya nantinya menjadi pupuk kompos. Diharapkan, program ini akan mampu membantu mengatasi kelangkaan pupuk yang terus dirasakan oleh para petani.

I Gede Made Dana Perdhana menambahkan beroperasinya pengolahan sampah organik ini menunggu selesainya sarana penunjang. Untuk masalah personel pengangkut sampah, pihak Kantor Kebersihan Dan Pertamanan sudah siap untuk membantu. Sebenarnya beberapa pihak di Kabupaten Rembang, sudah menerapkan cara seperti ini. Bahkan mereka sudah ada yang menjual pupuk kompos kemasan, dengan harga Rp 500 per Kilo gram.

Tujuan jangka panjangnya, jumlah sampah di Kota Rembang akan mampu dikurangi dan dimanfaatkan lagi untuk kepentingan masyarakat secara luas. Selain itu, untuk menyadarkan warga agar jangan membuang sampah sembarangan.

Ditulis dalam ADA APA DENGAN REMBANG, KOPI PAGI | Leave a Comment »

Penyuluh Kehutanan Tuntut Kesamaan Hak

Ditulis oleh r2brembang di/pada J Januari, 2009

Sejumlah pejabat yang mendengarkan tuntutan para penyuluh kehutanan, termasuk Asisten II Sekda, Suprodjo, di Pendopo Kabupaten Rembang, Hari kamis.

Rembang – Para penyuluh kehutanan di Kabupaten Rembang menuntut kesamaan hak, seperti meminta tersedianya sarana sepeda motor untuk berkeliling dan batas masa pensiun, yang seharusnya diatur secara lebih jelas.

Hal itu disampaikan oleh Dede Iskandar, Ketua Ikatan Penyuluh Kehutanan Kabupaten Rembang, dalam sebuah acara yang berlangsung di Pendopo Kabupaten, Hari Kamis (08 Januari 2009).

Menurut Dede, selama ini penyuluh kehutanan terkesan dianaktirikan. Tidak seperti Penyuluh Pertanian Lapangan atau PPL, dengan fasilitas sepeda motor dan masa pensiunnya sampai 60 tahun.

Pihaknya berharap Pemkab Rembang ikut memperjuangkan tuntutan penyuluh kehutanan, yang saat ini jumlahnya mencapai 19 orang, Walaupun mulai tahun ini, semua petugas penyuluh, baik penyuluh kehutanan, perkebunan dan perikanan akan digabung menjadi satu.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Rembang diwakili oleh Asisten Bidang Ekonomi Dan Pembangunan, Suprodjo. Masukan petugas penyuluh kehutanan ini akan ditampung. Harapannya, pada tahun tahun anggaran mendatang bisa dipenuhi atau diusulkan kepada tingkat Provinsi.

Hanya saja Pemkab juga berharap agar peran penyuluh kehutanan ini bisa lebih ditingkatkan. Tidak hanya melalui pemberdayaan Lembaga Masyarakat Desa Hutan LMDH saja, namun juga meluas ke Desa Desa lain yang sekarang ini gencar mengembangkan hutan kampung atau hutan rakyat.

Ditulis dalam ADA APA DENGAN REMBANG, KOPI PAGI | Leave a Comment »

SAKSI KEMENANGAN, STADION KRIDAPUN TERSENYUM

Ditulis oleh r2brembang di/pada J Oktober, 2008

Polisi memperingatkan sejumlah penonton di Tribun utara Stadion Krida Rembang, karena kepergok melempari penjaga gawang Perseman Manokwari

Istirahat tidak hanya menjadi milik para pemain saja ketika jeda pertandingan. Dua Wartawan ini harus mengatur nafas, disela sela mengambil gambar.

Rembang – PSIR Rembang berhasil menaklukkan Perseman Manokwari, dalam lanjutan Kompetisi Devisi Utama PSSI, di Stadion Krida Rembang, Minggu sore (19 Oktober 2008). Skornya cukup meyakinkan 2 – 0.

Pada Babak pertama, Penata serangan Tim Dampo awang, Avandro antonio bebilaqua mencetak gol, melalui tendangan bebas sangat cantik dari luar kotak penalti. Gol yang sudah lama ditunggu tunggu itu, langsung disambut sorak sorai ribuan orang penonton.

Pada babak kedua Hujan mengguyur stadion Krida. Permainan bertambah sengit. Antar kedua tim, menampilkan permainan cepat dan umpan umpan pendek. Sesekali ketegangan antar pemain mewarnai pertandingan. Penonton yang terpancing emosinya, sempat melempari penjaga gawang Perseman, dengan botol minuman mineral. Polisi cepat bertindak, agar kekisruhan tidak semakin meluas.

Namun, dengan semangat sportivitas, suasana akhirnya bisa direda.

Stadion krida Rembang semakin bergemuruh, setelah striker PSIR Rembang Roberto kwateh menyarangkan gol kedua, setelah terjadi kemelut di depan gawang Perseman Manokwari.

Kemenangan ini menjadi bekal yang cukup berharga bagi tim Dampo awang, untuk menjalani pertandingan diluar kandang, melawan Persibom Bolaang Mongondow. Secara umum, grafik permainan PSIR meningkat, namun masih banyak kelemahan yang harus dibenahi, terutama Lini belakang dan kurangnya daya gedor dari lini tengah.

Ditulis dalam KOPI PAGI | Bertanda: | Leave a Comment »